Perjalananku ke Sekolah SMPN 2 Demak
Namaku Aan. Setiap hari Senin selalu menjadi hari yang paling sibuk sekaligus paling bersemangat bagiku. Hari itu adalah awal minggu, saat aku kembali mengenakan seragam OSIS SMP dengan atribut lengkap: kemeja putih yang sudah disetrika rapi oleh mamah, celana biru tua, dasi, serta topi yang menjadi ciri khas siswa SMP. Aku bersekolah di SMP Negeri 2 Demak, sebuah sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumahku, tetapi perjalanan ke sana selalu punya cerita tersendiri.
Pagi itu, aku terbangun lebih awal dari biasanya, sekitar pukul 05.00. Udara masih sejuk, dan matahari baru menampakkan sinarnya perlahan dari ufuk timur. Suara burung berkicau di halaman belakang rumah menandakan hari sudah mulai hidup. Mamah sudah berada di dapur, menyiapkan sarapan dan bekal untukku. Aroma nasi goreng buatan mamah menyeruak ke seluruh ruangan, membuat perutku langsung keroncongan.
Setelah mandi dan berpakaian rapi, aku berdiri di depan cermin memastikan seragamku tampak bersih dan dasiku terikat sempurna. Di dada kiriku, lambang OSIS kecil tampak mengilap. Mamah tersenyum melihatku, “Wah, anak mamah ganteng sekali hari ini. Siap semangat ke sekolah, ya?” Aku hanya tertawa kecil sambil mengangguk.
Pukul 06.00 tepat, kami bersiap berangkat. Mamah sudah menyiapkan motor matic kesayangannya di garasi. Aku duduk di belakang sambil membawa tas ransel biru berisi buku pelajaran dan tempat bekal. Helm sudah kupakai dengan benar. Sebelum berangkat, mamah selalu mengingatkanku hal yang sama, “Pegangan yang kuat, ya, Nak. Jangan main HP di jalan.” Aku mengangguk lagi sambil tersenyum.
Kami pun mulai melaju pelan dari rumah. Jalanan pagi itu cukup ramai. Banyak anak sekolah lain yang juga sedang berangkat. Ada yang naik sepeda, ada yang diantar orang tua seperti aku. Angin pagi menerpa wajahku, membuat udara terasa segar. Di sepanjang perjalanan, aku bisa melihat pedagang sayur yang sedang membuka lapaknya, tukang becak yang menunggu penumpang, serta beberapa warga yang sibuk menyapu halaman rumah mereka.
Ketika motor kami melewati jembatan kecil di dekat sungai, aku sempat memperhatikan air sungai yang berkilau terkena sinar matahari. Ikan-ikan kecil tampak melompat ke permukaan, dan aku berpikir betapa indahnya pagi itu. Di sisi lain, ada anak-anak SD yang berjalan sambil tertawa, mungkin mereka juga sedang dalam perjalanan ke sekolah. Suasana pagi di Demak selalu membawa rasa damai bagiku.
Setelah sekitar sepuluh menit berkendara, kami tiba di perempatan dekat pasar. Di sana, lalu lintas mulai padat. Mobil, sepeda motor, dan becak saling berlalu-lalang. Mamah dengan sabar mengatur kecepatan motor agar tetap aman. Sesekali ia menegur pengendara lain yang melanggar lampu merah, “Aduh, kok nekat banget sih.” Aku hanya tersenyum di balik helm, kagum dengan ketegasan mamah.
Tak lama kemudian, kami sudah mendekati kawasan sekolah. Dari kejauhan, bendera merah putih berkibar megah di halaman SMPN 2 Demak. Suara lonceng tanda masuk mulai terdengar samar-samar. Aku melihat teman-temanku berdatangan, sebagian ada yang berjalan kaki, sebagian lagi datang dengan sepeda atau motor bersama orang tua mereka.
Sebelum masuk ke area sekolah, aku menyempatkan diri merapikan baju dan topi. Petugas piket menyambutku sambil memeriksa atribut lengkap. Setelah itu, aku berjalan menuju lapangan untuk mengikuti upacara bendera yang rutin diadakan setiap hari Senin. Matahari mulai naik, sinarnya menerpa halaman sekolah yang luas dan bersih. Teman-temanku sudah berbaris rapi, dan aku segera bergabung dengan barisan kelas VIII.
Saat lagu Indonesia Raya berkumandang, aku merasa bangga. Pagi yang dimulai dengan semangat, udara segar, dan senyuman mamah membuatku yakin bahwa hari itu akan berjalan baik. Perjalanan singkat dari rumah ke sekolah ternyata menyimpan banyak makna: kasih sayang orang tua, keindahan pagi, serta semangat untuk terus belajar dan berprestasi.
Begitulah perjalananku menuju SMPN 2 Demak pada pagi hari Senin. Sebuah rutinitas sederhana, namun penuh kehangatan dan cerita kecil yang selalu membuatku bersyukur setiap kali berangkat sekolah.